PENGANTAR EKONOMI MAKRO

TEORI EKONOMI MAKRO

( Oleh :  Dra. Nining Purnamaningsih,MM.,MSi .)

KONSEP DASAR DAN MASALAH EKONOMI MAKRO

A. KONSEP DASAR ILMU EKONOMI MAKRO

EKONOMI ?

Oikos                   = rumah tangga (house hold)

Nomos                 = aturan, kaidah, pengelolaan

Jadi EKONOMI      = Aturan, kaidah, pengelolaan rumah tangga

Definisi : ILMU EKONOMI = EKONOMIKA = ECONOMICS :

Ilmu yang mengkaji bagaimana memanfaatkan factor-faktor produksi (sumberdaya, Resources) yang sifatnya terbatas (scarsity) untuk memenuhi kebutuhan (needs) yang sifatnya tiak terbatas (unlimitedness) secara efisien (efficient).

Mengapa mempelajari ILMU EKONOMI ?

Karena ada masalah ekonomi :

  • WHAT
  • WHY
  • FOR WHOM

Ekonomika :

1. Ilmu Ekonomi Mikro (Microeconomics):

Studi mengenai RT, perusahaan, harga, upah, pendapatan, dll secara individual

(Mazhab Klasik, Adam Smith)

2.Ilmu Ekonomi Makro (Macroeconomics):

Studi mengenai RT2, perusahaan-perusahaan, harga-harga, upah-upah, pendapatan-pendapatan, pengangguran, inflasi, nilai tukar mata uang, dll secara totalitas (aggregates)

(Mazhab Keynesian, John Maynard Keynes)

Mengapa mempelajari ILMU EKONOMI MAKRO ?

Sebagai petunjuk mengenai kebijakan apa yang biasa diambil untuk mengatasi masalah makro ekonomi.

B. MASALAH EKONOMI MAKRO

  1. Jangka Pendek : Stabilitas
  • Inflasi
  • Pengangguran
  • Neraca Pembayaran

2. Jangka Panjang : Pertumbuhan, kunci dari tujuan ekonomi makro :

Keserasian :

Jumlah penduduk (selalu bertambah)

Kegiatan produksi dan investasi (kebutuhan unlimitedness)

Pertumbuhan yang tinggi :

Economic equality

Economic stability

Income Redistribution  (antar sector, antar wilayah, antar golongan masyarakat)

KEBIJAKAN :

  • Fiskal :
  • Taxation
  • Government expenditure
  • Moneter :
  • Tingkat Suku Bunga
  • Menentukan jumlah uang yang beredar
  • Kebijakan kredit

ALIRAN MELINGKAR PEREKONOMIAN

A. PEREKONOMIAN SUATU NEGARA

Berdasarkan aliran faktor-faktor Produksi yang dimiliki sektor rumah tangga dan aliran barang/jasa yang dihasilkan sektor perusahan, maka perekonomian suatu negara dapat dibedakan menjadi 3 kelompok :

1.     Perekonomian Sederhana (Perekonomian Subsisten, Perekonomian 2 Sektor) :       Sektor Rumah Tangga  dan   Sektor Perusahaan.

2.     Perekonomian 3 Sektor  :

Sektor Rumah Tangga  ,  Sektor Perusahaan  dan  Sektor Pemerintah

3.     Perekonomian Terbuka

Sektor Rumah Tangga  ,  Sektor Perusahaan , Sektor Pemerintah dan sektor luar negeri.

Untuk menjelaskan tentang  Teori Ekonomi Makro lebih lengkap maka akan diperjelas pada materi  berikut  :

Pengertian Ekonomi Makro ;

Ekonomi Makro  adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari interaksi perekonomian secara agregatif (secara keseluruhan). Studi Ekonomi Makro juga merupakan studi tentang bagaimana uang dan pengeluaran total serta perilaku investasi menentukan output (produksi), lapangan pekerjaan dan tingkat harga dalam suatu perekonomian secara keseluruhan.

Variabel Agregatif :

Variabel – variabel ekonomi agregatif  meliputi antara lain : tingkat pendapatan nasional; tingkat kesempatan kerja; pengeluaran konsumsi rumah tangga;  saving; investasi; hutang pemerinta; jumlah uang yang beredar ; tingkat harga; tingkat bunga; neraca pembayaran internasional.

Dengan mengetahui hubungan diantara variabel-variabel tersebut, dapatlah diharapkan kita mampu dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam suatu perekonomian.

Masalah Ekonomi Makro:

Masalah-masalah ekonomi makro utama yang selalu dihadapi suatu Negara  meliputi : 1. Pertumbuhan ekonomi

2.       Ketidakstabilan kegiatan ekonomi

3.       Pengangguran dan inflasi

4.       Neraca perdagangan  dan neraca pembayaran Internasional.

Pelaku Ekonomi Makro :

Untuk kegiatan perekonomian suatu Negara  pelaku ekonomi makro  sangat menentukan dalam tingkat keseimbangan kegiatan suatu perekonomian .Hal ini meliputi :

1.      Sektor Rumah Tangga

2.      Sektor Perusahaan/Swasta

3.      Sektor Pemerintah

4.      Sektor Luar Negeri.

Analisa Pendapatan Nasional:

Data pendapatan nasional menggambarkan tingkat produksi Negara yang dicapai dalam satu tahun tertentu atau perubahannya dari tahun ketahun. Dalam hal ini mempunyai peranan penting dalam merubah tingkat kegiatan ekonomi dan tingkat kepesatan pertumbuhannya.

Ada tiga pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional yaitu:

1.      Product Approach ( Pedekatan Hasil Produksi )

2.      Income Approach ( Pendekatan Pendapatan )

3.      Expenditure Approach ( Pendekatan Pengeluaran )

Product Approach yaitu menghitung besarnya pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai produksi barang atau jasa yang dihasilkan oleh berbagai lapangan usaha dalam perekonomian.

Berbagai lapangan usaha meliputi :

a.      Pertanian , Peternakan, Perikanan dan Kehutanan

b.      Pertambangan dan Penggalian

c.      Industri

d.      Listrik, Gas dan Air Bersih

e.      Bangunan

f.        Perdagangan , Hotel dan Restoran

g.      Pengangkutan dan Komunikasi

h.      Keuangan,persewaan dan Jasa Perusahaan

i.        Jasa-Jasa

N I      =   P 1 Q 1 +   P 2 Q 2 +   …….  + P n Q n

Dimana :  N I = National Income ( pendapatan Nasional )

P   = Price ( harga )

Q   = Quantitas Product  ( jumlah produksi )

Gross Domestic Product (GDP)  dan Gross National Product (GNP):

Gross Domestic Product (GDP) adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dengan menggunakan factor produksi dari dalam negeri dan luar negeri dalam satu wilayah.

Gross National Product (GNP) adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri.

GNP  =   GDP   -   NFP (Net Factor Payment)

Biasanya : negara maju  NFP  positif dan Negara berkembang NFP negatif

Income Approach  yaitu menghitung besarnya pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh factor-faktor produksi yang digunakan untuk mewujudkan pendapatan nasional.

Faktor-faktor produksi meliputi :

a.      Tanah  : akan menghasilkan sewa  ( rent ) -  r

b.      Tenaga kerja: akan mendapatkan upah ( wage ) – w

c. Modal : akan mendapatkan bunga ( interest ) – i

d. Skill : akan mendapatkan keuntungan ( profit ) – ii

N  I    =    r   +   w   +   i   +  ii

Expenditure Approach yaitu menghitung besarnya pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan pengeluaran atas barang atau jasa yang diproduksikan dalam suatu Negara.

Dalam hal ini dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh empat sektor dalam perekonomian :

  1. Sektor Rumah Tangga yaitu Consumption :  C
  2. Sektor Perusahaan yaitu Invesment  : I
  3. Sektor Pemerintah yaitu Goverment Expenditure : G
  4. Sektor Luar Negeri : Export Netto  :  X – M

Y   =    C    +    I     +     G     +   (   X   -   M  )

Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara : Menurut Klasik Dan Keynes.

Menurut Ahli-Ahli Ekonomi Klasik dikatakan bahwa perekonomian pada umumnya  akan selalu mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Pengangguran dalam angkatan kerja yang tersedia,bukanlah keadaan yang selalu berlaku dalam perekonomian, tetapi pengangguran tenaga kerja merupakan keadaan yang berlaku secara sementara saja. Hal ini didasarkan pada dua keyakinan sebagai berikut :

1.Flektibilitas tingkat bunga akan mewujudkan kesamaan/keseimbangan diantara penawaran agregat dan permintaan agregat pada penggunaan tenaga kerja penuh.

2.Flektibilitas tingkat upah akan mewujudkan keadaan dimana penawaran  dan permintaan tenaga kerja akan mencapai keseimbangan pada  penggunaan tenaga kerja penuh.

Pandangan Klasik : dalam suatu perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar, tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai. Hal ini didasarkan pada  keyakinan bahwa didalam perekonomian tidak akan terdapat kekurangan permintaan. Maksudnya apabila para produsen menaikkan produksi mereka  atau menciptakan jenis-jenis barang yang baru, maka dalam perekonomian akan selalu terdapat permintaan terhadap barang-barang itu. Sehingga penawaran yang bertambah akan secara otomatis menciptakan pertambahan permintaan.

Keynes mengemukakan kritik-kritiknya yang termuat dalam bukunya : The General Theory of Employment, Interest and Money, tentang kemampuan mekanisme pasar untuk selalu menciptakan penggunaan kerja penuh ; juga  menciptakan teori baru yang menjelaskan tentang factor-factor yang akan menentukan tingkat kegiatan ekonomi dan tingkat penggunaan tenaga kerja.

CORAK KEGIATAN EKONOMI SUBSISTEN DAN MODERN

  1. Kegiatan Ekonomi Subsisten : hanya ada dua sector yaitu sector rumah tangga dan sector perusahaan.

Dalam  kegiatan ini nilai produksi yang diciptakan oleh sektor perusahaan akan selalu sama dengan nilai seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh sektor rumah tangga. Dalam hal ini : untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa sektor perusahaan harus menggunakan factor-faktor produksi. Faktor produksi tersebut berasal dari sector rumah tangga. Oleh karena itu pendapatan yang diterima oleh factor-faktor produksi merupakan pendapatan sector rumah tangga. Dengan demikian nilai seluruh produksi dalam perekonomian adalah sama dengan nilai pada aliran atau kegiatan tersebut yaitu nilai seluruh pendapatan yang diterima sektor rumah tangga.Dan sektor rumah tangga tidak melakukan penabungan. Jadi seluruh pendapatannya akan dibelanjakan untuk membeli barang-barang dan jasa yang diproduksikan oleh sektor perusahaan . Hal ini terdapat dalam perekonomian subsisten, dimana kegiatan perdagangan sangat terbatas dan pada umumnya dilakukan secara barter. 2.Kegiatan Perekonomian Modern

    Dalam perkonomian yang lebih maju penerima-penerima pendapatan akan menyisihkan sebagaian pendapatan mereka untuk ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada para pengusaha dan mereka akan menggunakan tabungan itu untuk investasi, yaitu melakukan pembelian barang-barang modal. Sebagai balas jasa kepada kesediaan para penerima pendapatan untuk menabung  sebagaian dari pendapatan mereka di lembaga keuangan dan seterusnya meminjamkan kepada para pengusaha atau investor. Selanjutnya investor akan menggunakan pinjaman tersebut untuk membeli barang-barang modal.

     

     

     

     

    Ada beberapa macam Struktur Perekonomian yaitu :

    1. Perekonomian  Tertutup Sederhana

      Variabel-variabel kegiatan ekonomi agregatif  terdiri dari :

      C, S. I , Y.

      Dimana :

      C   =   pengeluaran  konsumsi

      S   =   tabungan

      I    =   pengeluaran Investasi

      Y   =   pendapatan nasional

      Y    =    C    +    I     dan     Y    =    C    +   S

      Sehingga   I = S pendapatan nasional keseimbangan tercapai

      C  =   a    +    b   Y

      S   =  -  a   +   ( 1- b  )  Y

      MPC + MPS  =  1

      2. Perekonomian  Tertutup Dengan Kebijaksanaan Fiskal

      Variabel-variabel kegiatan ekonomi agregatif  terdiri dari : C, S. I , Y, Tx, G, dan Tr.

      Dimana :  Tx   =  pajak

      G    =  pengeluaran pemerintah

      Tr   =   transfer pemerintah

      Pendapatan nasional keseimbangan tercapai  : Y  = C + I + G

      C  =  a  +  (  1 – b  ) Yd

      Yd   =  Y -  Tx   +   Tr

      3. Perekonomian  Terbuka tanpa Kebijaksanaan Fiskal

        Variabel-variabel kegiatan ekonomi agregatif  terdiri dari :

        C, S. I , Y, X  dan  M

        Dimana :  X   =   Export

        M  =   Import

        Pendapatan nasional keseimbangan tercapai  : Y   =  C + I + X – M

        Apabila   Y   =  C   +  S maka

        C   +   S     =    C   +   I   +   X   -     M sehingga bentuk persamaannya menjadi :

        S  +   M   =    I     +     X ini  merupakan syarat keseimbangan pada  Perekonomian  Terbuka tanpa Kebijaksanaan Fiskal.

        4. Perekonomian  Terbuka dengan kebijaksanaan Fiskal

          Variabel-variabel kegiatan ekonomi agregatif  terdiri dari :

          C, S. I , Y, X, M,Tx,G  dan  Tr.

          Pendapatan nasional keseimbangan tercapai  :

          Y  =  C  +  I   +   G  +   X –  M

          Dipublikasi di MATERI KULIAH | Tinggalkan komentar

          BAHASA INDONESIA

           

          BAHASA INDONESIA

          A. Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

          1. Bahasa Melayu sebagai dasar pembentukan Bahasa Indoneia

          Bahasa Indonesia yang sekarang berstatus sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara ini secara historis berasal dari bahasa melayu.  Mengapa ? Karena :

          1. a. Bahasa Melayu yang merupakan salah satu dari sekitar 300 bahasa daerah di wilayah Kepulauan Nusantara.
          2. b. Bahasa Melayu merupakan Bahasa resmi Kerajaan Sriwijaya, juga digunakan oleh para pedagang dan para pelaut sebagai alat komunikasi antar suku.
          3. c. Bahasa Melayu lebih demokratis, sederhana dan tidak ada tingkat - tingkat pemakaian bahasa (unggah ungguh/krama): seperti  pada bahasa jawa.

          contoh : kowe – sampeyan – panjenengan – nandalem

          aku - kula – dalem – abdalem

          madhang – mangan – nedha – dhahar

          d.Bahasa Melayu sangat terbuka dan mudah disesuaikan dengan perkembanqan jaman.

          Pertanyaan

          *Mengapa yang dipilih sebagai dasar pembentukan bahasa Indonesia bukan bahasa Jawa, melainkan bahasa Melayu ?

          *Jelaskan dengan contoh yang konkret bahwa bahasa Indonesia dapat berfungsi untuk mempersatukan bangsa !

          2.  Bahasa- bahasa yang mempengaruhi bahasa Melayu

          • Bahasa Sansekerta

          Bahasa Sansekerta masuk ke Indonesia bersamaan dengan rnasuiknya budaya dan agama Hindu ke Indonesia. Diperkirakan peristiwa terjadi mulai abad ke 5 dan mencapai puncaknya abad ke 7. Kata-kata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Sansekerta : kebanyakan mengenal hal – hal yang berkenaan dengan Agama , budaya, nama-nama yang bersifat monumental, semboyan, ajaran dsb.

          Contoh : negara, raja, bangsa,. permaisuri, singgasana,agama, dewa, pujangga, sorga, neraka, karma,sengsara, pahata, dusta , bahagia, duka , budaya,bahasa, istri, keluarga , putra, saudara, upacara, asmara, sempurna, dahaga, saptamarga, Dwiwarna, pancakrida ( lima aktivitas), BhinekaTunggal Ika, Binagraha (rumah pembinaan), anugerah, dsb.

          • Bahasa Arab

          Masuknya bahasa Arab bersamaan dengan masuknya budaya dan agama Islam yang dibawa oleh para pedagang bangsa   Arab ke Indonesia, pada abad ke 15. Kata-kata bahasa melayu yang berasal dari bahasa Arab tersebut kebanyakan berkisar pada hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan  keagamaan ( Agama Islam).

          Contoh : akhlak, akhir, amal, azab, akhirat, alam, ayat, arwah, ilmu, ibadah, izin, insyaf, infak, iman , imam, kilaf, kuliah, khotbah, kitab, katam, khitan, khabar, maaf, makmur, makmum, maklum, rahmat, rohani, dunia, do’a, zaman, zakat, zina, zakar, dsb.

          • Bahasa Belanda

          Masuknya bahasa Belanda bersamaan dengan masuknya bangsa Belanda ke Indonesia yang dimulai pada abad ke 17. Kedatangan mereka yang semula sebagai pedagang rempah­rempah kemudian meluas sebagai pemegang monopoli perdagangan berbagai komoditi, dan akhirnya menguasai wilayah kita sebagai daerah jajahan.

          Contoh : asisten, atret, advokad, arsip, abunemen, gubernur,

          residen, provinsi, kondektur, masinis, sopir, sepur, rel,

          tromol, kopling, klakson, persneling, bensin, dasi, jas ,

          beranda, saku, bangku, lampu, buku, sekolah, resep,

          prangko,wesel,eksemplar, rusak, skakelar, prangko,

          blank, koper, tas, handuk, potlot, vulpen,grip, skrip,

          formil, informil, strukturil, konseptuil, aktuil, dsb.

          • Bahasa Inggris

          Pengaruh bahasa Inggris baru terjadi setelah bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia.Pada saat masih bernama bahasa Melayu pengaruh itu hampir tak terjadi, karena boleh dikatakan bahwa bangsa Inggris tidak pernah berkuasa di Indonesia, terkecuali di daerah Bengkulu, itupun tidak terlalu lama. Berbeda dengan bahasa Sansekerta, bahasa Arab, dan bahasa Belanda yang masuk ke bahasa Melayu lewat jalur kontak budaya, agama ,politik, penjajahan. Dan bahasa Inggris masuk ke bahasa Indonesia melalui jalur ilmu pengetahuan dan teknologi.

          Contoh : Analisis, tesis, sintesis, hipotesis, struktural, ideal, instruksional, formal informal, konseptual , aktual,tim, riset, kaset, fotokopi, bisnis, pensil, standar, manajemen, akuntan, abstrak, komplemen, studi, proposal, paper, bolpoint, dsb.

          • Bahasa Asing lainnya

          Bahasa Asing lain yang ikut mempengaruhi perkembangan bahasa melayu antara lain : bahasa Portugis, bahasa Spanyol, bahasa Tamil, bahasa Perancis, bahasa Parsi, bahasa China, bahasa Jepang.

          Contoh

          Bahasa Portugis:           lentera, bendera, jendela, almari, sepatu.

          Bahasa Tamil : Logam, pualam, gembala, materai. Bahasa Perancis : Trotoar..

          Bahasa Parsi     : Pasar, Kenduri, peduli.

          Bahasa China : Bakmi, Bakso, Bakwan, Bakmoi

          Bahasa Jepang : Kimono, Judo, karate, samurai.

          • Bahasa-bahasa Daerah

          Kata-kata bahasa daerah pada umumnya ikut memperkaya setelah bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia. Contoh : bisa (bhs.Jawa); koteka (bhs.Irian); horas (bhs. Batak),  Inang ( bhs. Minang)

          3. Kelahiran Bahasa Indonesia Secara Politis

          Bahasa Melayu yang semakin lama semakin kaya dengan adanya pengaruh bahasa – bahasa lain tsb sampai dengan menjelang akhir tahun 1928 secara resmi masih tetap bernama bahasa Melayu, wataupun dilihat dari segi fungsinya sudah tidak lagi mencerminkan sebagai bahasa daerah. Atas kesadaran para pemuda yang tergabung dalam organisasi pemuda seat itu akan pentingnya bahasa sebagai alat pemersatu bangsa maka pada Kongres Pemuda di Jakarta tgl 28 Oktober 1928 dicetuskan ikrar politik yang disebut dengan nama Sumpah Pemuda.

          Ikrar politik tersebut adalah sebagai berikut:

          1. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku berbangsa satu

          bangsa Indonesia;

          2. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku bertanah air satu

          tanah air Indonesia     ;

          3. Kami putera dan puteri Indonesia, mengaku menjunjung bahasa

          persatuan bahasa Indonesia.

          Sejak diikrarkannya Sumpah Pemuda tersebut berarti secara resmi bahasa Indonesia telah Iahir.Namun demikian karena kelahiran itu terwujud dalam rangka ikrar politis, maka kelahiran tersebut juga disebut kelahiran secara politis. Secara formal pemerintah yang berkuasa saat itu. Pemerintah Hindia Belanda tetap menyatakan bahwa bahasa yang dipakai oleh pribumi (sebutan orang Indonesia pada seat itu) adalah bahasa Melayu.

          Walaupun Pemerintah Hindia Belanda belum mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bagi rakyat Indonesia, namun dampaknya semakin terasa. Dampak tersebut berupa semakin menggebunya semangat persatuan para pemuda. Persatuan tersebut disadari sepenuhnya sebagai modal dasar untuk mengusir penjajah.

          4.  Kelahiran Bahasa Indonesia secara Yuridis

          Upaya para pemuda untuk mengusir penjajah dengan modal dasar semangat persatuan tersebut akhimya terwujud berupa Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta ( atas nama bangsa Indonesia) tgl 17 Agustus 1945. Kemudian tgl 18 Agustus 1945 disyahkannya Undang Undang Dasar 1945 Salah satu dari pasal-pasal yang terdapat dalam Undang Undang Dasar 1945 tersebut, yakni Bab XV pasal 36 berbunyi Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia. Berarti Bahasa Indonesia Secara resmi ( secara Yuridis ) telah dinyatakan sebagai bahasa negara atau bahasa resmi. Dalam hal ini secara skematis sejarah perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia tersebut dapat dilukiskan sebagai berikut :

           

          B. Status dan fungsi Bahasa Indonesia

          Semenjak kelahiran bahasa Indonesia baik secara politis maupun secara yuridis maka status bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa Persatuan (Bahasa Nasional) dan sebagai Bahasa Negara ( Bahasa Resmi ).

          1. Dalam Statusnya sebagai bahasa Nasional bahasa Indonesia

          berfungsi sebagai:

          a. Lambang kebanggaan bangsa

          b. Lambang identitas bangsa

          c. Alat pemersatu masyarakat yang berbeda-beda latar belakang

          sosial dan budayanya.

          d. Alat perhubungan antar budaya dan antar daerah.

           

          2. Dalam statusnya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:

          a. Bahasa resmi kenegaraan

          b.  Bahasa pengantar resmi di semua lembaga pendidikan

          c. Bahasa resmi didalam perhubungan pada tingkat nasional

          untuk kepentingan pemerintahan, perencanaan pelaksanaan

          pembangunan

          d. Bahasa resmi didalam pengembangan kebudayaan dan

          pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

          C. Bahasa Indonesia Yang Baik Dan Benar

          “Apa dan bagaimana  wujud bahasa Indonesia yang baik dan benar itu?” Pertanyaan itu kerap muncul ketika kita berbicara bahasa Indonesia di masyarakat.

          Dalam kegiatan  “Pintu Terbuka Tahun 1984″,  yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, muncul sebuah petanyaan dari seorang pengunjung, “Apa dan bagaimanakah wujud bahasa Indonesia yang baik dan benar itu?”.

          Bahasa yang Baik

          Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, di pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang santai dan akrab yang tidak terlalu terikat oleh patokan. Dalam situasi resmi dan formal, seperti dalam kuliah, dalam seminar, dalam sidang DPR, dan dalam pidato kenegaraan hendaklah digunakan bahasa Indonesia yang resmi dan formal, yang selalu memperhatikan norma bahasa

          Bahasa yang Benar

          Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indoneia yang berlaku. Kaidah bahasa Indonesia itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati dengan konsisten, pemakaian bahasa Indonesia dikatakan benar. Sebaliknya, jika kaidah-kaidah bahasa itu kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar/tidak baku.

          Oleh karena itu, kaidah yang mengatur pemakaian bahasa itu meliputi kaidah pembentukan kata, pemilihan kata, penyusunan kalimat, pembentukan paragraf, pentaan penalran, serta penrapan ejaan yang disempurnakan.Kaidah-kaidah itu diungkapka lebih lanjut pada bagian lain, dengan dilengkapi contoh yang salah dan contoh yang benar.

           

          Jadi Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesusai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

          Jika bahasa diibaratkan pakaian, kita akan menggunakan pakaian renang pada saat akan berenang di kolam renang sambil membimbing anak-anak belajar berenang. Akan tetapi, tentu kita akan mengenakan pakaian yang disetrika rapi, sepatu yang mengkilat, dan seorang laki-laki mungkin akan menambahkan dasi yang bagus pada saat ia menghadiri suatu pertemuan resmi, pada saat menghadiri pesta perkawinan rekan sejawat, atau pada saat menghadiri sidang DPR.

          Akan sangat ganjil bukan, jika pakaian yang disetrika, sepatu mengkilap, dasi,  dan sebagainya itu digunakan untuk berenang. Demikian juga kita akan dinilai sebagai orang yang kurang adab jika menghadiri acara dengar pendapat di DPR dengan pakaian renang karena di sana ada ketentuan yang sudah disepakati bahwa siapa pun yang akan menghadiri acara resmi di DPR harus berpakaian rapi.  Barangkali kita masih ingat kasus seorang pengusaha sukses, yang oleh petugas protokol ditolak menghadiri acara  dengar pendapat di DPR karena  pengusaha  yang “nyentrik”  itu tidak menggunakan  pakian rapi.

          Kalau contoh itu dianalogikan dengan pemakaian bahasa, betapa ganjilnya percakapan jika berlangsung seperti berikut:

          Bagaimana pendapat Anda jika seorang mahasiswa (pembicara) bertanya kepada seorang dosen (pendengar) tentang materi kuliah yang diberikan dosen (objek), pada saat kuliah (waktu), di kampus (tempat), dalam situasi belajar-mengajar (resmi) sebagai berikiut: “Maaf Mas, gue kepengen usul, coba jelasin dulu dong garis besar kuliah kita, apakah sudah sesuai kurikulum universitas kita?”

          Dari contoh rekaan itu dapat dikatakan tidak tepat. Contoh tersebut sangat tidak tepat karena pada situasi formal digunakan kata-kata dialek dan struktur yang tidak baku (ditetak miring) sehingga mirip percakapan di warung kopi. Dari contoh itu tidak baik dan tidak benar karena bahasa yang digunakan tidak seuai dengan situasi pemakaian, lagi pula tidak sesuai dengan kaidah bahasa.

          Begitu pula dengan pemakaian lafal daerah, seperti lafal bahasa Jawa, Sunda, Bali, Batak, dan Banjar dalam bahasa Indonesia pada situasi resmi dan formal sebaiknya dikurangi.

          Kata memuaskan diucapkan (memusaken); pendidikan yang dilafalkan (pendidi’an) bukan lafal bahasa Indonesia. Kata kakak yang dilafalkan (kakak?); kata mie dilafalkan (me) tidak cocok dengan lafal bahasa Indonesia.

          Pemakaian lafal asing sama saja salahnya dengan pemakaian lafal daerah. Ada orang yang sudah terbiasa mengucakan kata logis dan sosiologi menajdi (lohis) dan (sosiolohi). Ada lagi yang melafalkan kata sukses menjadi (sakses); produk menjadi (prodak);  dan sebagainya.

          Dalam sebuah papan nama tertulis, Dana Proyek ini berasal dari dana yang di himpun dari pajak yang anda bayar, imbuhan di pada kata di himpun ditulis terpisah, padahal seharusnya serangkai yakni dihimpun. Sapaan anda seharusnya diawali dengan huruf besar; Anda.

          Pemakaian kata daripada dalam kalimat, Saya tahu persis daerah ini merupakan basis daripada PKI tidak tepat. Ungkapan basis daripada PKI termasuk ungkapan yang menyatakan milik tidak perlu menggunakan daripada. Begitu juga dalam kepemilikikan yang lain, seperti Pemimpin daripada PLO, ketua dari pada KUD, pintu dari pada rumah dan seterusnya.

          Dalam bahasa Indonesia daripada digunakan dalam perbandingan, seperti Sikap Pemimpim PLO lebih keras daripada sikap Presiden Mesir dalam menghadapi Israel

          PARAGRAF DAN PENALARAN

          A. Paragraf Dan Pengembangannya

          1. Pengertian Paragraf

          Istilah Paragraf sering disebut alinea.

          Secara visual, sebuah paragraf ditandai oleh dua haI yaitu

          1. Baris pertama sebuah paragraf pada umumnya ditulis/diketik agak menjorok kedalam (lima ketukan dari marjin kiri).

          2. Selalu dimulai dengan bans baru

          .

          Namun demikian, ada pula seseorang yang membuat Paragraf bukan dengan sistem menjorok, melainkan menggunakan sistem lurus, yaitu baris pertama tidak menjorok kedalam tetapi antara paragraf diberikan batas berupa spasi ganda. Selain itu kadang-kadang ada juga seseorang membuat paragraf dengan sistem campuran antara dua sistem tersebut; yaitu baris pertama dimulai dengan menjorok kedalam dan diantara paragraf diberikan jarak spasi ganda. Diantara ketiga sistem itu, sistem pertama yang paling banyak digunakan.

          Jadi dalam membuat paragraf ada 3 cara yaitu Paragraf diketik : menjorok kedalam : lurus ; campuran .

          Dilihat dari segi sarananya, pengungkapan buah pikiran seseorang kepada pihak lain dapat menggunakan bahasa tulis atau bahasa lisan.

           

          Bahasa Tulis adalah bahasa yang dituliskan atau dicetak yang berbentuk

          suatu karangan.

          Bahasa Lisan adalah bahasa yang diucapkan atau dituturkan dengan

          menggunakan alat bicara seperti : pidato, dialog,

          wawancara.

           

          Dalam bahasa tulis paragraf merupakan bagian sebuah karangan sedangkan dalam bahasa lisan merupakan bagian sebuah tuturan. Dan setiap paragraf membentuk satu satuan pikiran/ide.

          Jadi Paragraf adalah satu satuan ide yang ditulis dalam sebuah karangan. Paratones adalah satu satuan ide yang dilisankan dalam sebuah tuturan. Sebuah paragraf yang Iengkap pada umumnya terdiri dari beberapa kalimat. Dan kalimat-kalimat tersebut sating berkait yang membentuk satu kesatuan pikiran ide. Setiap satu kesatuan pikiran memiliki ide pokok atau pikiran pokok. Ide pokok inilah yang diiadikan sebagai dasar atau titik tolak pengembangan paragraf. ide pokok ini dinyatakan sebagai pengendali sebuah paragraf. Paragraf merupakan satuan informasi yang memiliki ide pokok sebagai dasarnya. Dalam sebuah karangan yang utuh, satuan-satuan informasi yang ada didalamnya sating berkait dan mendukung sebuah karangan tersebut. Paragraf merupakan bagian dari keseluruhan karangan secara utuh. Atas dasar iniiah maka paragraf dapat dinyatakan sebagai bagian-bagian karangan _yang berpotensi terdiri dari beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran.

          Untuk memperjelas hal tersebut maka dapat diiihat paragraf pada contoh kalimat dibawah ini

          Sebagai anggota masyarakat; manusia membutuhkan tingkat kehidupan yang lebih baik. Kehidupan disini menyangkut berbagai aspek, seperti ekonomi; kesehatan, dan keamanan. Ketiga hal tersebut merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap manusia agar dapat hidup sejahtera. Apabila salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, kesejahteraan hidup manusia akan terganggu.

          Paragraf pertama terdiri dari 4 kalimat. Kalimat pertama sebagai kalimat utama yang berisi pikiran pokok atau ide pokok; yaitu  “manusia membutuhkan tingkat kehidupan yang lebih baik “. Kalimat kedua dan seterusnya sebagai kalimat pengembang atau kalimat penjelas. Hubungan timbal batik antara kalimat-kalimat tersebut ditunjukkan oleh penggunaaan kata atau kelompok kata yang dicetak tebal miring sehingga kalimat-kalimat tersebut membentuk satu kesatuan pikiran yang padu.

          2. Unsur Paragraf

          Paragraf terdiri dari unsur bentuk bahasa ( lahiriah ) dan makna.

          Makna paragraf berupa ide, gagasan, pikiran atau amanat. Sedangkan bentuk bahasa berupa kata, frasa, atau kalimat. Apabila sebuah paragraf itu bukan berupa paragraf deskriptif dan paragraf naratif, secara lahiriah unsur paragraf berupa

          1. Kalimat topik atau kalimat utama

          2. Kalimat Pengembang atau kalimat penjelas

          3. Kalimat Penegas

          4. Kalimat Frasa atau Kata transisi.

          Sehubungan dengan hal tersebut diatas; periu dipahami bahwa tidak semua paragraf selalu terdiri dari keempat unsur tersebut sekaligus. Untuk paragraf nondeskriptif dan nonnaratif minima! terdiri dari: unsur (1) dan unsur (2). Sebaliknva untuk paragraf deskript!f dan paragraf naratif tidak memi!iki kalimat utama. Kaiimal-kalimat yang terdapat didalamnya merupakan kalimat pengembang atau kalimat penjelas yang berkaitan maknanya dan semuanya mendukung satu ide pokok. Jadi dalam hal ini ide pokok tercermin dalam keseluruhan kalimat yang membangunnya.

          Contoh

          {A) Kosakata memegang peranan penting dan merupakan unsur yang paling mendasar dalam kemampuan berbahasa, khususnya karang mengarang. Jumlah kosakata yang dimiliki seseorang akan menjadi petunjuk tentang pengetahuan orang tersebut. Selain itu, iumlah kosakata yang dimiliki seseorang juga akan menjadi indikator bahwa orang itu memiliki sejumlah konsep. Semakin banyak kosakata yang dikuasai; semakin luas pula pengetahuannya. Dengan demikian, seorang penulis akan lebih mudah memilih kata-kata yang tepat atau cocok untuk mengungkapkan gagasan yang ada dalam pikirannya.

           

          (B). Keributan ayam berkokok bersahut-sahutan mulai mengendor. Kian lama kian berkurang, akhirnya tinggal satu-satu saja terdengar kokok yang nyaring, Ayam-ayam itu sudah mulai turun dari kandangnya, pergi keladang dan pelataran. Dengung dan raung lalu lintas di jalan raga kembali menggila seperti hari kemarin. Raung klakson mobil dan desis kereta api bergema-­gema menerobos ke relung-reiung rumah disepanjang jalan. Sayup-sayup terdengar suara adzan dan lonceng gereja menyongsong hari baru dan menyatakan selamat tinggal hari kemarin.

           

          Contoh paragraf (A) merupakan paragraf aksposisi yang terdiri dari lima kalimat. Kalimat pertama sebagai kalimat utama yang berisi ide pokok, yakni : ” kosakata berperanan penting dalam kemampuan berbahasa; khususnya karang mengarang”. Kalimat kedua dan seterusnya sebagai kalimat pengembang. Kalimat tersebut saling berkait dan mendukung ide pokok. Kaitan itu ditunjukkan oleh penggunaan kata atau frasa transisi yaitu kata yang ditulis miring. Jadi contoh paragraph (A) terdiri atas unsur paragraph (1), (2), dan (4)

           

          Sedang pada contoh paragraf (B). merupakan paragraf deskriptif. Kalimat kalimat yang terdapat di dalamnya merupakan kalimat pengembang yang saling berkait untuk mendukung pikiran pokoknya, yakni ” suasana di pagi hari “. ide pokok tersebut tercermin pada keseluruhan kalimat yang membangunnya

          3. Struktur Paragraf

          Selain paragraf deskriptif dan naratif. struktur paragraf dapat disusun secara bervariasi. Apabila unsur (1) sebagai kalimat topik/utama, (2) sebagai kalimat pengembang atau penjelas; (3) sebagai kalimat penegas, dan (4) sebagai kalimat frasa, atau kata transisi.

           

           

          Struktur paragraf memiiiki berbagai kemungkinan, antara lain

          a. Struktur (1), (2), (4), (3);

          b. Struktur (1). (2), (3};

          c. Struktur (1}, (2}

          d. Struktur (2), (1)

          e.Struktur (2). (4), (1);

          f. Struktur (1), {4}; (2), (3)

          g. Struktur (2), (3), (4},(1)

          Untuk memperjelas hal tersebut perhatikan kedua contoh paragraf berikut

          A. Peningkatan pendidikan para petani sama pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup mereka. Petani yang berpendidikan cukup akan dapat mengubah sistem pertanian tradisional, misalnya bercocok tanam hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, menjadi petani modern yang produktif. Petani yang berpendidikan cukup mampu menunjanq pembangunan secara positif. Mereka dapat memberikan umpan balik yang setimpal terhadap gagasan yang dilontarkan oieh perencana pembangunan. baik di tingkat pusat maupun daerah. !tulah sebabnya, peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sangat mendesak.

          B. Trem penuh sesak dengan orang; keranjang, tong kosong dan berisi, kambing dan ayam. Hari terlalu panas; orang dan binatang keringatan. Trem bau keringat darn terasi. Ambang jendela penuh dengan air ludah dan air sirih yang kemerah-merahan. Seperti buah tomat.

           

          Contoh paragraf (A) di atas terdiri dari lima kalimat. Kalimat pertama sebagai kalimat utama, kalimat kedua, ketiga; dan keempat sebagai kalimat pengembang/penjelas, kalimat kelima sebagai penegas. Dengan demikian, atas dasar strukturnya, paragraf tersebut memiliki struktur b,yaitu (1)-(2)-(3). Lain halnya dengan contoh paragraf (B). paragraf ini terdiri dari empat kalimat yang saling terrkait dan semuanya mendukung ide pokoknya, yaitu “keadaan pengap dan kotor.” Kalimat-kalimat pada paragraf (B) tersebut sebagai kalimat pengembang. lde pokok pada paragraf tersebut tercermin pada keseluruhan kalimat yang membangunnya.

           

           

          4. Fungsi Paragraf

          a.Untuk menandai pembukaan atau awal ide atau gagasan baru.

          b.Sebagai pengembangan lebih lanjut tentang ide sebelumnya atau

          sebagai penegasan terhadap gagasan yang diungkapkan terdahulu.

           

           

          5. Syarat Paragraf yang baiK

           

          ADA 3 SYARAT POKOK YANG HARUS D!PERHAT!KAN UNTUK PARAGRAF YANG BAIK DAN  EFFKTIF

          1. Kesatuan (Kohesi)

          2. Keselarasan (Koherensi)

          3. Kelengkapan (Pengembangan)

           

          Ad1. Tiap paragraf hanya mengandung satu pikiran pokok. Fungsi paragraf adalah mengembangkan pikiran pokok tersebut. Oleh sebab itu, kalimat­-kalimat pengembangannya harus mendukung pikiran pokok tersebut dan tidak boleh menyimpang dari pikiran pokok yang ada. Penyimpangan dari pikiran pokok akan dapat merusak kesatuan pikiran dalam paragraf, bahkan dapat mempersulit pemahaman bagi pembaca.

           

          Ad2. Suatu paragraf bukanlah kumpulan kalimat yang masing-masing berdiri sendiri atau lepas, melainkan bangunan dari beberapa kalimat yang memiliki hubungan timbal balik dan mendukung satu pikiran pokok tertentu. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya keselarasan. Jadi keselarasan suatu paragraf ditentukan oleh hubungan yang serasi antara kalimat yang membentuknya.

           

          Ad3. Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila didalamnya terdapat kalimat-kalimat pengembang/penjelas secara lengkap untuk menunjang pikiran pokoknya. Sebaliknya suatu paragraf dinyatakan tidak lengkap jika pikiran pokoknya belum dikembangkan kedalam ka!imat-kalimat penjelas atau pikiran pokoknya baru diperluas dengan pengulangan  kata.

           

          6. Pengembangan Paragraf

          • Berdasarkan tekniknya pengembangan paragraf dapat dilakukan

          dengan 3  cara antara lain:

          a. Cara Alamiah

          b. Cara Klimaks atau Antiklimaks

          c. Cara umum khusus atau khusus umum

          • Berdasarkan isinya meliputi

          a. Cara perbandingan dan pertentangan

          b. Cara analogi

          c. Cara contoh – contoh

          d. Cara sebab akibat

          e. Cara difinisi luas

          f. Cara klasifikasi

           

          7. Jenis Paragraf

          • Jenis paragraf berdasarkan fungsinya

          a. Paragraf Pembuka

          b. Paragraf !nti

          c. Paragraf Penutup

          • Jenis paragraf berdasarkan pikiran pokoknya

          a. Paragraf Deduktif

          b. Paragraf Induktif

          c. Paragraf Deduktif-Induktif

          d. Paragraf Deskriptif

          • .Jenis Paragraf Berdasarkan bentuknya

          a. Argumentasi

          b. Deskripsi

          c. Eksposisi

          d. Persuaasi

          e. Narasi

           

           

          BERITA PETUNJUK DAN IKLAN

          Berita, petunjuk dan iklan dapat disajikan secara lisan atau secara-tertulis. Berita ,petunjuk dan iklan lisan kita temui dalam siaran radio, film,televisi. Sedang berita, petunjuk dan iklan tertulis dapat kita temui pada surat kabar, majalah, buku-buku atau plakat-plakat yang ditempelkan di dinding bangunan atau pajangan di pinggir jalan. Kemajuan  di bidang elektronika menyebabkan penyajian berita, petunjuk, dan iklan lebih menarik dan terpadu antara suara/tulisan dan gambarnya

          Berdasarkan cara penyajiannya, berita dapat dibagi menjadi berita tertulis dan lesan. Berita dapat diartikan sebagai berikut

          1. Laporan mengenai kejadian atau peristiwa hangat

          2. Informasi secara resmi dari pemenntah.

          3. Laporan pers.

          Dan segi isinya dikenal sebagai jenis nama berita.Misalnya : berita acara, berita keluarga, berita sensasi, berita kriminal dsb.

          Dalam penilaian yang biasa digunakan dalam penilaian berita lisan mencakup aspek bahasa dan isi berita. Pedoman penilaian berita lisan yang disimak tertulis seperti berikut:

          Aspek Bahasa: pelafalan jelas ; informasi tepat, pilihan kata tepat, struktur kata dan kalimat benar, ragam Bahasa jurnalistik, komunikatif

           

          Aspek Isi : Isinya singkat, Iengkap, jelas, menyangkut kepentingan umum. Sebagai berita, petunjuk pun dapat disajikan secara lisan maupun secara tertulis. Karena itu petunjuk dibagi atas petunjuk lisan dan petunjuk tertulis. Petunjuk berarti ketentuan yang memberi arah atau bimbingan bagaimana sesuatu harus dilakukan.

          Acuan atau pedoman penilaian petunjuk berisi dua aspek yakni : aspek bahasa dan aspek isinya. Penilaian petunjuk lisan yang disimak tertulis seperti berikut

          Aspek Bahasa ; – pelafalan jelas

          - intonasi tepat

          - pilihan kata tepat

          - struktur kata dan kalimat baik

          - komunikatif

          Aspek Isi           – langkah-langkahnya sistematis

          - bersifat mendorong melakukan isi

          petunjuk

          - instruksinya mudah dilaksanakan

          Iklan dapat kita artikan panggilan, ajakan, himbauan, atau rayuan yang dilaksanakan berulang-ulang. Tujuannya ialah memberitahu, mengajak, mengakui, menawarkan sesuatu produk industri atau barang kepada masyarakat luas. Iklan biasanya dimasyarakatkan melalui berbagai media seperti plakat, selebaran, radio dan televisi.

          Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sesuatu  iklan yang baik antara lain:

          1. Kalimatnya singkat, enak dibaca dan didengar, menarik dan komunikatif
          2. Gambarnya menarik orisinil dan mudah dipahami
          3. Merangsang keingintahuan, mencoba dan memiliki, isinya tidak boleh menyesatkan
          1. Sifatnya persuasif.

           

          Dipublikasi di MATERI KULIAH | Tinggalkan komentar

          Hello world!

          Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

          Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar